
Di desa hewan, terdapatlah seekor itik yang bernama Kleiren. Kleiren sangat suka bernyanyi dan menari. Tidak heran, Kleiren sering menjadi pengisi acara ulang tahun teman-temannya. Pada suatu hari, teman Kleiren yang bernama Riko sang kura-kura hendak berulang tahun. “Kleiren, Kleiren, aku pada hari Minggu akan ulang tahun. Mau tidak Kleiren menjadi pengisi acara ulang tahunku ? ” Tanpa pikir panjang Kleiren menjawab,”Tentu saja aku bisa. Nanti, aku akan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untukmu” Riko begitu senang mendengar jawaban Kleiren.
Percakapan antara Kleiren si itik dan Riko sang kura-kura tidak sengaja didengar oleh seekor bebek yang bernama Beki. Mendengar percakapan di antara keduanya, membuat Beki mejadi cemburu. Beki berpikir mengapa bukan dia saja yang diajak untuk menjadi pengisi acara oleh Riko sang kura-kura. Dalam hal bernyanyi, Beki merasa dirinya tidak kalah oleh Kleiren. Berbagai lagu anak-anak telah dihafal oleh Beki di luar kepala.Tidak lama kemudian, Beki meninggalkan Kleiren dan Riko dengan perasaan kecewa.
Hari yang ditungu-tunggu telah tiba. Banyak balon, pita, makanan, minuman dan teman-teman Riko yang berkumpul di lapangan terbuka. Mereka senang karena Riko sang kura-kura berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun telah dipersiapkan oleh Riko untuk dipotong. Kemudian, kue tar tersebut akan dibagikan ke teman-teman Riko. Mereka menyantapnya setelah makan-makanan mie goreng, nasi goreng, sop kentang, buah-buahan dan sebagainya.
”Selamat pagi, teman-teman sekalian. Terima
kasih telah menghadiri acara pesta ulangtahunku. Seperti yang dijanjikan akan
ada acara makan dan dilanjutkan dengan pertujukkan menarik. Tetapi sebelumnya
mari kita panjatkan doa terlebih dahulu, ” ucap Riko singkat. Setelah selesai
berdoa, teman-teman Riko makan makanan yang telah disediakan oleh Riko dengan
lahap. Riko yang tengah sibuk mempersiapkan acara beikutnya tidak menikmati
jamuan yang dihidangkan. Ia sedang mencari Kleiren untuk mempersiapkan diri
menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.
” Kleiren, Kleiren, kamu ada dimana ?”
tanya Riko mencari Kleiren ke mana-mana. Tetapi, Riko tidak menemukan Kleiren.
Padahal pertunjukkan menyanyi akan segera dimulai. Dengan seiringnya waktu,
Riko menjadi khawatir jangan-jangan Kleiren tidak datang karena terjadi apa-apa
dengan dirinya. Tiba-tiba ada suara, ”
Meong, meong, Riko selamat ulang tahun ya. Semoga panjang umur dan sehat
selalu,” kata Meku si kucing. ”Oh, terima kasih, Meku,” balas Riko. ”Oh ya, ada
pesan dari Kleiren bahwa dia tidak bisa datang karena sakit demam.”
Riko yang mendengarnya menjadi sedih
karena selain temannya sakit, ia terpaksa membatalkan acara menyanyi yang telah
dijanjikan kepada teman-temannya. Beki sang bebek mendengar percakapan
ini.Awalnya, Beki sang bebek tidak mau membantu Riko sang kura-kura. Tetapi,
sedikit-demi sedikit hati Beki luluh melihat raut wajah Riko yang suram
Akhirnya Beki sang bebek memberanikan diri bertanya kepada Riko.
“Wek,wek, Riko aku telah mendengar
pembicaraanmu tadi dengan Meku. Aku mendengar Kleiren tidak bisa bernyanyi
karena sakit. Bagaimana kalau aku yang menggantikannya menyanyikan lagu Selamat
ulang Tahun ?” Perasaan senang menghampiri hati Riko. Ia mengetahui suara Beki
tidak kalah bagus dengan Kleiren. Riko sang kura-kura bertanya kepada dirinya
sendiri mengapa ia tidak sadar dari tadi.
Riko menjawab,”Untung ada kau, Beki. Tanpa
kau pertunjukkan acara hampir tidak jadi.” Kemudian, Beki menyanyi lagu selamat
ulang tahun sehingga pesta ulang tahun berlangsung secara meriah. “Selamat
ulang tahun kami ucapkan. Selamat panjang umur, kita kan doakan. Selamat
bahagia sehat sentosa. Selamat panjang umur dan bahagia.” Lagu selamat ulang
tahun yang dinyanyikan Beki sang bebek terngiang-ngiang di telinga para
hadirin. Banyak teman-teman Riko yang memuji indahnya suara Beki.
Pada akhir pesta ulang tahun, Riko
mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Beki ,”Terima kasih, Beki atas
bantuanmu. Walaupun, dulu Kleiren yang kupilih sebagai penyanyi, kamu memiliki
keikhlasan hati membantuku ketika aku berada dalam kesulitan.” ”Yah, memang
sudah menjadi kewajiban membantu di antara teman,” jawab Beki rendah hati. Bagaimana dengan Kleiren
? Yah, karena Kleiren sakit demam
tentunya ia harus beristirahat di rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar