Sabtu, 19 Maret 2016

Kasih Ibu Tak Terbatas



Alkisah  di suatu tempat ada seorang anak laki-laki bernama Heru. Heru mempunyai seorang Ibu yang kehilangan satu matanya. Bila, ibunya menjemput dirinya  ke sekolah, Heru tersebut tidak mau mengakui bahwa orang yang menjemput dirinya  adalah ibunya.  Heru merasa malu kepada teman-temannya karena  mata ibunya hilang satu.

            Waktu terus berlalu.  Hari demi hari. Minggu demi minggu. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Heru tumbuh dan berkembang menjadi seorang  pria dewasa. Heru belajar dengan rajin, giat  dan tekun untuk menggapai cita-citanya sebagai seorang pribadi yang sukses. Ternyata semua usaha  Heru membuahkan keberhasilan. Kini, Heru menjadi seorang pegawai  dengan kedudukan yang tinggi dan kehidupan yang mapan di sebuah perusahaan multinasional. Tak lama setelah itu pun, Heru menikah.

                Pada suatu siang di depan rumah Heru ada suara  “Tok, tok, tok.” Ternyata, ada seseorang  sedang mengetuk pintu  rumahnya. Anak Heru berlari kecil membuka pintu  Ketika pintu rumah dibuka, ternyata seorang ibu tua renta berdiri dan bertanya dengan sopan, “Selamat siang, De. Apakah di sini ada yang bernama Bapak Heru ?” Kemudian, anak Heru bergegas bertanya kepada orang tuanya yaitu Heru dan istrinya. “Siapa ya ?” tanya Heru penasaran.  Heru pun bergegas  menemui ibu itu. 


                Ketika  Heru bertemu dengan ibunya. Ibunya berkata dengan lembut,”Sudah lama tak berjumpa anakku. Aku hanya ingin menanyakan  apa kabarmu ?”  Namun, Heru  berpura-pura tidak mengenal ibunya dan segera  mengusirnya. Saat istrinya menanyakan itu siapa, Heru hanya menjawab hanya orang tak dikenal yang berpura-pura mencari keuntungan saja.

                Beberapa tahun setelah, kejadian tersebut … Ada  surat undangan untuk Heru dari sekolah tempat tinggalnya terdahulu. Setelah makan malam, Heru pun membaca surat undangan tersebut. Ternyata, sekolah Heru mengadakan acara reuni untuk  para lulusan sekolahnya. Awalnya, Heru keberatan. Tetapi, rasa rindu  yang besar terhadap sekolah itu, Heru memutuskan untuk mengambil cuti dan pergi  menghadiri acara reuni itu.

               Saat Heru tiba di sekolahnya, dia melihat teman-temannya berkumpul.  Di sana, Heru mendapat sepucuk surat dari seorang tetangga. Tetangga tersebut  dititipkan surat tersebut dari ibunya Heru. Segera Heru membuka surat tersebut dan membaca isinya:


“ Untuk anakku tercinta, Heru
   Heru, sebelumnya  Ibu meminta maaf kepadamu karena telah membuatmu malu terhadap teman-temanmu dengan kondisi fisik Ibu
   Mata ibu tidak seperti orang biasa  lainnya yang memiliki dua buah mata di kiri dan kanan. Namun, ada satu hal yang perlu ketahui
   Ketika kamu kecil,  sebelum dapat mengeluarkan kata-kata, terjadi kecelakaan  yang menyebabkan matamu hilang satu. Tidak ada orang yang mau  mendonorkan matanya untukmu. Selain itu, tidak ada bola mata yang cocok  sebagai penggantinya. Ibu begitu khawatir terhadap masa depanmu bila engkau hanya memiliki satu buah mata saja. Sebab itu, Ibu menyumbangkan satu mata Ibu untukmu sebagai penggantinya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 Numutkeun berita ahir-ahir ieu, Luna Maya anu aktris pelem tea, ceuk beja bakal alih profesi jadi guru, namung ku sadaya praktisi pendidika...